NAJLA NAILUFAR

Jumat, 28 Desember 2012

Cerpen "cerita terakhir Nesya"





Cinta Terakhir Nesya


22 Oktober 2010
Satu persatu bulir air hujan membasahi bumi, semakin lama air itu semakin deras, membuat semua orang berlari untuk menghindarinya. Namun Ryan tidak beranjak dari tempat nya, membiarkan baju hitam nya basah kuyup terkena air hujan. Di depan sebuah pusaran, air mata Ryan tumpah tak terbendung, seakan tak mau kalah dengan deras nya hujan. Dia tidak bias memaafkan dirinya atas kehilangan sahabat nya, sahabat yang dicintainya. Tiba – tiba ada sesorang yang memanyungi nya dari belakang.
“apakah kamu yang bernama Ryan ?” Tanya mama Nesya.
Ryan segera menghapus air matanya dan menoleh, “iya saya Ryan” jawabnya.
“tante menemukan buku ini di kamar Nesya, buku yang sangat berharga bagi nya dan saya kira kamu lebih pantas mengambil nya, ambil lah!”
            Ryan menerima sebuah buku dari tangan mama Nesya dan segera berteduh.

20 Oktober 2010
 “yap! Sudah diputuskan” kata Nesya dengan tekat bulat dan pancaran mata penuh semangat.
“Malam ini Nesya Rahma Andini menyatakan, bahwa besok akan menyatakan cinta nya kepada Ryan Firmansyah. Kalau kata Vierra sih aku tak mau menunggu terlalu lamaaa, tapi kalau aku ditolak gimana ?” kening Nesya pun berkerut.
Ryan merupakan sahabat Nesya, dengan badan jangkung, putih bersih, pintar di kelas, dan jago bermain basket sudah mampu menarik perhatian para cewek. Nesya sangat bangga dengan dirinya sendiri karna dia adalah satu – satu nya cewek yang bisa dekat dengan Ryan, sang pangeran berkuda putih di sekolahnya. Hal ini tidak lain karna Nesya teman sekelas dan sebangku dengan Ryan. Lama kelamaan pertemanan mereka menjadi persahabatan. Di mana ada Ryan di situ ada Nesya.
“namun hanya satu yang dibingungkan Nesya, sejak pertama kenal, Ryan belum pernah punya pacar, atau jangan – jangan dia Gay lagi, selama ini banyak cewek yang nembak tapi selalu ditolak”
Pikiran Nesya menjadi ngelantur setiap kali nama Ryan masuk ke dalam otak nya. Sebelum pikiran yang aneh – aneh itu menjadi – jadi, dia segera menutup buku harian nya dan segera bergegas untuk tidur.

21 Oktober 2010
            Keesokan paginya, Nesya segera bersiap – siap untuk berangkat ke sekolah, “oke. Tidak ada yang ketinggalan, dan pastinya hati sudah siap, Let’s go!”
             “Ma, Nesya berangkat” sambil menyium kedua pipi mamanya dengan penuh kasih sayang.
           “hati – hati yaa, apa perlu mama antar ?”
           “Gak perlu ma, Nesya kan udah gede, sekarang aja Nesya udah kelas 2 SMA, emang Nesya masih TK pake diater melulu ?” cibir Nesya sambil ngeloyor pergi.
            Masih dengan semangat tinggi, Nesya memasuki gerbang sekolah. Tanpa ia sadari, ada sebuah mobil memasuki kawasan sekilah, memang pemandangan seperti ini biasa ditemui Nesya, tetapi ketika melihat seorang yang keluar dari mobil tersebut adalah Ryan, ini tidak seperti yang bisanya bagi Nesya. Dan yang lebih aneh, seorang cewek cantik yang merupakan idaman para cowok, turun dari mobil itu, ini yang mebuat Nesya mendadak berubah.

            Sampai di kelas, Nesya melihat raut wajah Ryan yang sangat senang, seperti saat Ryan turun dari mobil bersama cewek tadi, namun hati Nesya telah hancur.
            “hai cicak!” ledek Ryan, berharap mendapat tanggapan heboh dari Nesya, seperti biasa. Namun Nesya tidak peduli.
             Ryan sadar ada yang berubah dari Nesya, Ryan menebak – nebak apa yang terjadi dengan sahabat nya ini, “apa bau badan ku tidak enak ?” bathin Ryan, seketika itu dia mencium bajunya, “wangi kok, terus apa ?”
             Ryan semakin bingung, dan dia pun berkata “aha, pasti ini masalah yang sangat penting, yaitu masalah.. jeeeng jeeeng.. SAKIT GIGI ? hahaha” Ryan cekikikan sendiri, sementara itu, Nesya tetap diam dengan seribu tanya.
            Saat di kantin, Ryan dan Nesya duduk bersama, “cak, lu kenapa sih ?” Tanya Ryan sambil menyusrup makanan nya.
              “kamu ingat waktu ertama kali kita bertemu? Kita berada dalam daftar siswa baru yang dapat hukuman dari kakak-kakak OSIS, aat itu kamu memakai seragam SMP dan topi kantong plastic. Itu merupakan kenangan lucu hingga akhirnya kita bersahabat. Tapi aku salah, aku tidak bias membohongi perasaan ku, aku memiliki perasaan yang lebih dari sahabat kepadamu, apa yang harus aku lakukan?”
            “maaf Sa, bukan maksudku untuk menyakitimu, tapi emang sebaiknya kita bersahabat saja, aku sudah mempunya Nandi. Aku tau jika kamu bersama ku, kamu akan banyak terluka” kata Ryan dengan suara yang hamper pecah, sekuat tenaga aku menahan bulir air mata yang hendak jatuh.
Tak terasa air mata Nesya pun keluar, mendengar pernyataan dari Ryan membuat bumi seolah berhenti. Mungkin dia akan terima jika Ryan mengatakanya sebelum dia memiliki Nandi, tapi penolakan ini seolah cintanya telah direbut cewek lain, dan itu terasa amat perih.
               Ryan menoleh ke arah Nesya dan kaget melihat Nesya menangis. “kamu tidak apa-apa?” Tanya Ryan dengan nada terbata-bata.
              “aku tidak apa-apa!!” kata Nesya sambil berlari menjauhi Ryan, dan Nesya pun terus berlari air matanya semakin banyak keluar. Dia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan, dia tak sadar bahwa dirinya terus berlari melewati gerbang, dan tanpa ia sadari, sebuah mobil melaju kencang, dan akhirnya…..
              “Tiiiiiiit.. bruk..”
               Nesya masih bias melihat Ryan berlari menghampirinya.namun, sedikit demi sedikit Nesya tidak dapat melihat, dan semuanya menjai gelap.
               Ketika mereka membawa Nesya ke rumah sakit, Nesya pun tidak dapat diselamatkan, dan akhirnya dia pergi untuk selama-lamanya.

22 Oktober 2010
             Di pojok kamar, Ryan diam membisu, hanya kedua matanya yang terus di aliri air mata. Kedua matanya terus mengikuti lembar demi lebar buku harian yang ia pegang, mama Nesya yang memberikan itu kepadanya ketika pemakaman Nesya.
               Buku harian itu berisikan semua perasaan Nesya terhadap Ryan saat mereka pertama kali bertemu,Nesya sudah jatuh cinta kepadanya. Kemudian saat naik kelas, Neya sangat senang bias sekelas lagi dengan Ryan.
Ryan sadar, betapa besar cinta sahabat nya itu kepadanya. Namun saying, kini dia tidak bias membalas semua cinta yang diberikan Nesya. Saat cintanya kepada Nesya semakin besar, kini Nesya telah pergi membawa cintanya sendiri.



TAMAT
Terimakasih sudah membaca cerita saya, kapan-kapan mampir lagi ya ke blog saya, jangan lupa komentarnya ^^ TWITTER: NNailufar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar